Tuesday, December 14, 2010

10 Cita Cita Yang Kita Inginkan Ketika Anak-Anak (Pekerjaan)


Ingatkah Anda pada masa kecil Anda dulu saat bertemu dengan om, tante atau sanak keluarga jauh yang kemudian bertanya, “kalau besar nanti mau jadi apa sayang?”, kemudian mulailah Anda berceletuk dengan lucunya, “Aku mau jadi dokter, om”, “Pinter…” kata om Anda sambil mengusap-usap kepala Anda.

Mungkin saat ini Anda bukanlah seorang dokter, melainkan make up artist, perancang busana, sekretaris atau asisten project manager di suatu perusahaan, lalu mengapa Anda tidak menjadi dokter seperti yang Anda inginkan saat kecil dulu? Mungkin alasannya akan bermacam-macam, bisa jadi karena Anda tak suka pelajaran biologi, atau takut melihat darah, atau memang Anda lebih suka menggambar ketimbang berhitung. Well, semua orang bisa berubah. Namun tanpa disadari, pekerjaan impian itu tak akan pernah berubah. Sampai kapanpun saat kita bertanya pada anak-anak ingin jadi apakah mereka, mereka akan menjawab ingin menjadi seperti berikut ini:



1. Dokter

Sungguh pekerjaan yang mulia, lebih mulia dari si superhero Spiderman, Superman atau Wonder Woman. Menyelamatkan jiwa orang lain adalah hal yang paling ingin dilakukan semua orang, termasuk anak-anak. Di dalam pikiran mereka masih dipenuhi dengan kedamaian dan rasa cinta, untuk itu tak heran jika cita-cita utama mereka adalah menjadi dokter dan menyelamatkan orang-orang yang jatuh sakit.


2. Pilot

Jadi pilot kedengarannya asyik ya, bisa terbang dan melancong ke mana-mana. Rupanya profesi kedua ini juga menjadi salah satu profesi favorit setelah dokter. Tetapi ini juga menjadi salah satu bukti bahwa mereka itu ingin diberi kebebasan agar bisa terbang ke sana kemari dengan bebas dan bahagia. Ya kan?



3. Astronot

Menjadi astronot bukanlah hal yang mudah bagi anak-anak, terutama mereka tinggal di Indonesia, yang belum pernah mengirimkan roketnya sendiri ke bulan. Tetapi rasa keingintahuan anak-anak pada angkasa begitu besar, kecintaan pada alam sangat luar biasa, tak heran jika mereka ingin menjelajahi planet dan meneliti ada apakah di tempat mereka?


4. Pengacara

Tugas pengacara adalah membela yang benar di atas lapangan keadilan. Berjuang mengumpulkan bukti dan membela klien tak bersalah, dan membuat keadilan menang di atas tonggak kejahatan. Bagaikan superhero yang mereka kagumi, anak-anak selalu ingin membela yang benar dan memberantas kejahatan. Kalau saja impian anak-anak ini terbawa sampai dewasa, mungkin tingkat korupsi di Indonesia ini rendah ya?


5. Presiden

Memang tak semua orang bisa serta merta menjadi presiden, ada beberapa kualifikasi dan prasyarat seseorang bisa duduk di kursi kepresidenan. Namun hal ini menunjukkan bahwa anak-anak memiliki jiwa kepemimpinan yang tak boleh kita abaikan. Yang tentu saja keberanian, kebijaksanaan serta pengetahuannya harus kita pupuk sejak dini.


6. Artis/Model

Impian menjadi artis bukan hanya impian satu atau dua orang saja. Menjadi artis berarti terkenal dengan segala kepiawaian akting dan tampilan secara fisik. Hidup dipuja-puja dengan bergelimang harta, siapa sih yang tak mau? Namun bukan kemakmuran dan nama besar yang membuat anak-anak tertarik pada profesi artis, melainkan mereka sangat mengidolakan menjadi seperti artis yang mereka suka, terutama dalam hal tampilan. Boleh sih ya nak, asal jangan ikutan kimpoi cerai seperti artis-artis muda yang ada saat ini ya.


7. Atlet

Asyik menendang bola, anak-anak bisa jadi ingin menjadi seperti John Terry, bek tengah klub sepakbola Chealsea yang sedang dirundung problem selingkuh. Tetapi bukan soal selingkuh yang diimpikan anak-anak, melainkan kehebatan tendangan dan kemampuan mencetak gol-gol indahlah yang mereka dambakan.


8. Guru

Guru adalah sosok yang sabar, serba tahu dan selalu dihormati. Menjadi guru merupakan profesi superhero yang selalu didambakan oleh anak-anak. Siapa yang tak senang dapat mengajarkan suatu hal baru pada orang lain? Bahkan saat kecil anak-anak suka sekali bermain role playing menjadi guru kan?



9. Polisi

Menangkap penjahat, membekuk dan menjebloskan penjahat ke dalam penjara. Wuih, rasanya keren ya. Berkelahi seperti power ranger, menendang seperti Batman, memanah seperti Robin Hood (kenapa tak ada yang pernah ingin seperti Gatot Kaca ya?). Yang penting bisa action dan menyelamatkan dunia dari kejahatan. Apakah Anda juga dulu ingin jadi polisi dan menangkap penjahat?



10. Menjadi seperti papa atau mama

Hampir semua anak-anak ingin menjadi seperti kedua orang tua mereka. Tak ada profesi yang paling hebat selain profesi yang satu ini (walau mungkin dokter lebih sering disebut sebagai profesi favorit). Yah, mungkin terkecuali bagi mereka yang yatim/piatu, namun sadarilah bahwa Anda sebagai orang tua adalah profesi yang paling diperhatikan oleh anak-anak. Dan mereka sangat mengidolakan Anda sebagai pahlawan mereka, jadi sebaiknya memang kita bersikap sebagai idola. Tidak bertengkar dan memaki-maki di depan anak-anak, tidak selalu marah-marah, memberikan contoh yang sopan bagi mereka, memberikan teladan, mengajarkan hal yang baik, dan tidak hanya bisa menyuruh tetapi memberi contoh (misal: jangan main PS terus adik ayo bobo sudah malam nih, padahal Anda asyik bermain Facebook).

Betapapun berat mengasuh anak-anak, betapapun banyak masalah yang Anda hadapi dalam keluarga termasuk masalah ekonomi atau masalah pekerjaan, anak-anak adalah bibit yang perlu kita rawat. Kita harus berjuang dan menjadi kuat demi anak-anak, karena kita harus menjadi orang tua yang terbaik bagi mereka, karena mereka adalah pohon-pohon kecil yang cita-citanya perlu kita pupuk agar kelak mereka tumbuh menjadi pohon yang kuat dengan buah manis dan lebat. Yuk jadi orang tua teladan!

Negeri 1001 Bencana (My Indonesia)

Kalau Iraq dikenal negeri ‘1001 Malam’, saking banyaknya kisah, yang menyertai Irak. Mungkin perlu Indonesia disebut negeri ‘1001 Bencana’. Negeri yang disebut ‘zamrut’ katulistiwa ini, bukan hanya dirundung bencana alam, yang tak henti-henti, tetapi juga bencana politik, tak pernah lekang. Satu ‘bencana politik’ belum selesai, sudah muncul bencana baru.

‘Negeri 1001 Bencana’ ini mula-mula terkena bencana politik pada prosesi menjelang perubahan politik 1998. Dan, sekarang, di mana setiap lima tahun sekali, berlangsung yang namanya ritual demokrasi, yaitu pemilu. Ritual demokrasi ini, karena semua orang sudah menjadikan demokrasi sebagai tujuan hidupnya. Demokrasi menjadi segalanya.

Demokrasi dianggap ritual, karena diyakini bisa menciptakan perubahan. Terutama perubahan kepemimpinan. Lima tahun sekali pemimpin di Republik ini dipilih. Mulai pemilihan anggota legisalatif, presiden, sampai gubernur, bupati dan walikota.

Demokrasi sebagai sesembahan, yang diyakini akan membawa berkah, dan perbaikan kehidupan dengan munculnya orang yang tiba-tiba mendapatkan berkah jabatan.

Mula bencana politik dari ritual demokrasi itu, pada pemilu 2004. Di mana pemilu legislatif banyak kecurangan, dan paling mencolok tentang amboradulnya DPT (daftar pemilih tetap), yang sangat kacau balau. Inilah mula terjadinya bencana. Karena pasti outputnya (hasilnya) tidak berkah.

Karena sudah didahului dengan kecurangan. Hasil pemilu ‘didikte’ oleh lembaga survey. Hasil penghitungan KPU, tak jauh dengan hasil lembaga survey. Untuk apa pemerintah harus membayar dan membiayai KPU miliaran, kalau hasil pemilu sama dengan hasil lembaga survey? Tak heran produk dari hasil pemilu 2004, menghasilkan output yang sangat jauh dari kualitas.

Bencana berikutnya pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2004, mekipun Presiden SBY dan Boediono, yang mendapatkan 60 persen suara, tetapi masih harus mendapatkan keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) tentang hasil pemilu presiden. Ini menjadi preseden. Betapa naifnya hasil pemilu presiden harus diligetimasi (disyahkan) oleh MK.

Dari dari hasil pemilu legislatif dan pemilu presiden sudah mempunyai ‘cacat’ yang sifatnya bawaan, maka jalannya pemerintahan SBY menjadi terseok-seok, dan habis energinya hanya untuk mengurusi bencana demi bencana politik. Tak habis-habis. Presiden SBY selalu nampak ragu dan tidak decisip, ketika menghadapi persoalan bangsa, dan hanya sekadar jaim.

Prosesi berikutnya. Presiden SBY dan Boediono, dihadapkan dilema, ketika menyusun kabinet, dan memakan wakut yang lama. Melalui ‘test and proper’, yang menghasilkan kualitas menteri, yang hanya ala kadarnya. Karena kualitas para menteri yang dijagokan oleh para partai politik itu, sekadar para pimpinan partai,yang sangat diragukan kemampuannya. Termasuk kalangan profesional. Mereka tak menunjukkan hasil apapun yang dapat diharapkan bagi perbaikan rakyat.

Selama setahun pemerintahan SBY dan Boediono, tak ada perubahan dan perbaikan signifikan terhadap krisis yang dihadapi rakyat. Semuan stagnan. Ini bisa dilihat besarnya sisa anggaran (ABPN) yang tidak teserap oleh setiap departemen. Sehingga pembangunan menjadi stagnan.

Satu tahun pertama pemerintah Pemerintahan SBY dan Boediono, sudah dihantam badai bencana yang maha dahsyat, kasusnya anggodo dan ‘nyanyinya’ Susno Duadji, yang memporak-porandakan pemerintahannya. Di mana dengan dibukanya percakapan anggodo di Mahkamah Konstitusi dan pengakuan Susno, maka bau busuk menyebar ke mana-mana. Orang-orang yang terlibat terbongkar, seperti Gayus, Hasyim dan lainnya. Sampai sekarang belum usai.

Belum habis masalah ini. Sudah muncul ‘perang’ antara pendukung bail out Bank Century dan yang menolak. Dan berakahir di paripurna DPR. Hasilnya paripurna DPR itu menyebutkan adanya pelanggaran hukum, dan menyebut sejumlah pejabat. Peristiwa ini menyebakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati harus hengkang dari pemerintahan SBY. SBY tidak mampu menahan gebrakan partai-partai. Terutama Golkar.

Usai Sri Mulyani hengkang, para pemimpin partai membuat kompromi dengan Presiden SBY, dan membentuk Setgab, yang diketuai Presiden SBY, dan pelaksana hariannya Ketua Umum Golkar, Aburizal B akrie. Lalu, partai-partai pendukung SBY, antara lain, Golkar, Demokrat, PKS, PAN, PPP, dan PKB, menandatangani permufakatan menutup kasus Century. Sehingga, kasus Century mula-mula gegap-gempita, yang mengarah kepada Presiden SBY, akhirnya adem ayem, sesudah kesepakatan antar partai politik menutup kasus Century.

Diluar dugaan kasus Gayus kembali mencuat, yang membuat ‘gempa politik’, kasus Gayus, yang keluar penjara, dan pergi ke Bali, dan konon bertemu dengan Aburizal Bakrie. Ini semuanya sekarang menjadi perbincangan yang luas. Soal sas-sus pertemuan Gayus dengan Aburizal Bakri. Bagaimana seorang pegawai pajak golongan III A, bisa mempunyai nilai tawar dengan pemimpin partai politik besar, seperti Golkar. Ada apa?

Ditengah-tengah kegalauan politik, Amin Rais menyemburkan masalah penjualan saham PT Krakatau Steel, yang menghebohkan, dan membuat kegemparan. Amin mengatakan kasus penjualan saham PT Krakatau Steel melibatkan partai politik. Kemudian Presiden SBY perlu melakukan bantahan dengan mengumpulkan Fraksi Demokrat. SBY membantahnya.

Puncaknya bencana politik, ketika SBY di sidang kabinet, menyatakan sistem monarki sudah tidak sesuai lagi. Kontan ini menyulut kemarahan rakyat Yogyakarta. Rakyat Yogyakarta menginginkan diselenggarakan referendum. Referendum sebagai solusi kisruh berkaitan dengan RUU Keistimewaan Yogyakarta. Presiden menginginkan kepala daerah Yogyakarta dipilih langsung melalui pemilu. Ini berarti akan mengakhiri sistem monarki. Rakyat menolak.

Kasus pemilihan kepala daerah Yogyakarata menjadi kemelut politik, yang dapat berubah menjadi bencana. Kalau secara massif rakyat Yogyakarta mendukung Sultan, dan menolak ide pemilihan langsung yang diinginkan pemerintah. Tanda-tanda perlawanan rakyat sudah nampak. Dengan adanya spanduk di mana-mana yang menginginkan dilangsungkannya referendum. Ditambah dengan sikap para pemuka rakyat Yogya yang mendukung Sultan.

Pemerintahan SBY dan Boediono ini hidup diantara bencana.Bencdana politik yang memang itu merupakan produknya dia sendiri, dan ditambah bencana alam, yang merupakan ‘warning’ dari Sang Pencipta Alam. Kalau Presiden SBY gagal mensikapi dengan tepat, bisa benar-benar menjadi sebuah bencana, yang dampaknya sangat luar biasa bagi kehidupan bangsa Indonesia. Wallahu’alam.

Teori Arsitektur, Ruang Lingkup Arsitektur, dan Sejarah Arsitektur

Arsitektur
Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.

Ruang Lingkup dan Keinginan
Menurut Vitruvius di dalam bukunya De Architectura (yang merupakan sumber tertulis paling tua yang masih ada hingga sekarang), bangunan yang baik haruslah memilik Keindahan / Estetika (Venustas), Kekuatan (Firmitas), dan Kegunaan / Fungsi (Utilitas); arsitektur dapat dikatakan sebagai keseimbangan dan koordinasi antara ketiga unsur tersebut, dan tidak ada satu unsur yang melebihi unsur lainnya. Dalam definisi modern, arsitektur harus mencakup pertimbangan fungsi, estetika, dan psikologis. Namun, dapat dikatakan pula bahwa unsur fungsi itu sendiri di dalamnya sudah mencakup baik unsur estetika maupun psikologis.
Arsitektur adalah bidang multi-dispilin, termasuk di dalamnya adalah matematika, sains, seni, teknologi, humaniora, politik, sejarah, filsafat, dan sebagainya. Mengutip Vitruvius, “Arsitektur adalah ilmu yang timbul dari ilmu-ilmu lainnya, dan dilengkapi dengan proses belajar: dibantu dengan penilaian terhadap karya tersebut sebagai karya seni”. Ia pun menambahkan bahwa seorang arsitek harus fasih di dalam bidang musik, astronomi, dsb. Filsafat adalah salah satu yang utama di dalam pendekatan arsitektur. Rasionalisme, empirisisme, fenomenologi strukturalisme, post-strukturalisme, dan dekonstruktivisme adalah beberapa arahan dari filsafat yang mempengaruhi arsitektur.

Teori dan Praktek
Pentingnya teori untuk menjadi rujukan praktek tidak boleh terlalu ditekankan, meskipun banyak arsitek mengabaikan teori sama sekali. Vitruvius berujar: “Praktek dan teori adalah akar arsitektur. Praktek adalah perenungan yang berkelanjutan terhadap pelaksanaan sebuah proyek atau pengerjaannya dengan tangan, dalam proses konversi bahan bangunan dengan cara yang terbaik. Teori adalah hasil pemikiran beralasan yang menjelaskan proses konversi bahan bangunan menjadi hasil akhir sebagai jawaban terhadap suatu persoalan. Seorang arsitek yang berpraktek tanpa dasar teori tidak dapat menjelaskan alasan dan dasar mengenai bentuk-bentuk yang dia pilih. Sementara arsitek yang berteori tanpa berpraktek hanya berpegang kepada “bayangan” dan bukannya substansi. Seorang arsitek yang berpegang pada teori dan praktek, ia memiliki senjata ganda. Ia dapat membuktikan kebenaran hasil rancangannya dan juga dapat mewujudkannya dalam pelaksanaan”.

Sejarah
Arsitektur lahir dari dinamika antara kebutuhan (kebutuhan kondisi lingkungan yang kondusif, keamanan, dsb), dan cara (bahan bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi). Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika ini. Kemudian manusia menjadi lebih maju dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan praktek-praktek, arsitektur berkembang menjadi ketrampilan. Pada tahap ini lah terdapat proses uji coba, improvisasi, atau peniruan sehingga menjadi hasil yang sukses. Seorang arsitek saat itu bukanlah seorang figur penting, ia semata-mata melanjutkan tradisi. Arsitektur Vernakular lahir dari pendekatan yang demikian dan hingga kini masih dilakukan di banyak bagian dunia.
Permukiman manusia di masa lalu pada dasarnya bersifat rural. Kemudian timbullah surplus produksi, sehingga masyarakat rural berkembang menjadi masyarakat urban. Kompleksitas bangunan dan tipologinya pun meningkat. Teknologi pembangunan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan pun berkembang. Tipologi bangunan baru seperti sekolah, rumah sakit, dan sarana rekreasi pun bermunculan. Arsitektur Religius tetap menjadi bagian penting di dalam masyarakat. Gaya-gaya arsitektur berkembang, dan karya tulis mengenai arsitektur mulai bermunculan. Karya-karya tulis tersebut menjadi kumpulan aturan (kanon) untuk diikuti khususnya dalam pembangunan arsitektur religius. Contoh kanon ini antara lain adalah karya-karya tulis oleh Vitruvius, atau Vaastu Shastra dari India purba. Di periode Klasik dan Abad Pertengahan Eropa, bangunan bukanlah hasil karya arsitek-arsitek individual, tetapi asosiasi profesi (guild) dibentuk oleh para artisan / ahli keterampilan bangunan untuk mengorganisasi proyek.
Pada masa Pencerahan, humaniora dan penekanan terhadap individual menjadi lebih penting daripada agama, dan menjadi awal yang baru dalam arsitektur. Pembangunan ditugaskan kepada arsitek-arsitek individual – Michaelangelo, Brunelleschi, Leonardo da Vinci – dan kultus individu pun dimulai. Namun pada saat itu, tidak ada pembagian tugas yang jelas antara seniman, arsitek, maupun insinyur atau bidang-bidang kerja lain yang berhubungan. Pada tahap ini, seorang seniman pun dapat merancang jembatan karena penghitungan struktur di dalamnya masih bersifat umum.
Bersamaan dengan penggabungan pengetahuan dari berbagai bidang ilmu (misalnya engineering), dan munculnya bahan-bahan bangunan baru serta teknologi, seorang arsitek menggeser fokusnya dari aspek teknis bangunan menuju ke estetika. Kemudian bermunculanlah “arsitek priyayi” yang biasanya berurusan dengan bouwheer (klien)kaya dan berkonsentrasi pada unsur visual dalam bentuk yang merujuk pada contoh-contoh historis. Pada abad ke-19, Ecole des Beaux Arts di Prancis melatih calon-calon arsitek menciptakan sketsa-sketsa dan gambar cantik tanpa menekankan konteksnya.
Sementara itu, Revolusi Industri membuka pintu untuk konsumsi umum, sehingga estetika menjadi ukuran yang dapat dicapai bahkan oleh kelas menengah. Dulunya produk-produk berornamen estetis terbatas dalam lingkup keterampilan yang mahal, menjadi terjangkau melalui produksi massal. Produk-produk sedemikian tidaklah memiliki keindahan dan kejujuran dalam ekspresi dari sebuah proses produksi.
Ketidakpuasan terhadap situasi sedemikian pada awal abad ke-20 melahirkan pemikiran-pemikiran yang mendasari Arsitektur Modern, antara lain, Deutscher Werkbund (dibentuk 1907) yang memproduksi obyek-obyek buatan mesin dengan kualitas yang lebih baik merupakan titik lahirnya profesi dalam bidang desain industri. Setelah itu, sekolah Bauhaus (dibentuk di Jerman tahun 1919) menolak masa lalu sejarah dan memilih melihat arsitektur sebagai sintesa seni, ketrampilan, dan teknologi.
Ketika Arsitektur Modern mulai dipraktekkan, ia adalah sebuah pergerakan garda depan dengan dasar moral, filosofis, dan estetis. Kebenaran dicari dengan menolak sejarah dan menoleh kepada fungsi yang melahirkan bentuk. Arsitek lantas menjadi figur penting dan dijuluki sebagai “master”. Kemudian arsitektur modern masuk ke dalam lingkup produksi masal karena kesederhanaannya dan faktor ekonomi.
Namun, masyarakat umum merasakan adanya penurunan mutu dalam arsitektur modern pada tahun 1960-an, antara lain karena kekurangan makna, kemandulan, keburukan, keseragaman, serta dampak-dampak psikologisnya. Sebagian arsitek menjawabnya melalui Arsitektur Post-Modern dengan usaha membentuk arsitektur yang lebih dapat diterima umum pada tingkat visual, meski dengan mengorbankan kedalamannya. Robert Venturi berpendapat bahwa “gubuk berhias / decorated shed” (bangunan biasa yang interior-nya dirancang secara fungsional sementara eksterior-nya diberi hiasan) adalah lebih baik daripada sebuah “bebek / duck” (bangunan di mana baik bentuk dan fungsinya menjadi satu). Pendapat Venturi ini menjadi dasar pendekatan Arsitektur Post-Modern.
Sebagian arsitek lain (dan juga non-arsitek) menjawab dengan menunjukkan apa yang mereka pikir sebagai akar masalahnya. Mereka merasa bahwa arsitektur bukanlah perburuan filosofis atau estetis pribadi oleh perorangan, melainkan arsitektur haruslah mempertimbangkan kebutuhan manusia sehari-hari dan menggunakan teknologi untuk mencapai lingkungan yang dapat ditempati. Design Methodology Movement yang melibatkan orang-orang seperti Chris Jones atau Christopher Alexander mulai mencari proses yang lebih inklusif dalam perancangan, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Peneilitian mendalam dalam berbagai bidang seperti perilaku, lingkungan, dan humaniora dilakukan untuk menjadi dasar proses perancangan.
Bersamaan dengan meningkatnya kompleksitas bangunan,arsitektur menjadi lebih multi-disiplin daripada sebelumnya. Arsitektur sekarang ini membutuhkan sekumpulan profesional dalam pengerjaannya. Inilah keadaan profesi arsitek sekarang ini. Namun demikian, arsitek individu masih disukai dan dicari dalam perancangan bangunan yang bermakna simbol budaya. Contohnya, sebuah museum senirupa menjadi lahan eksperimentasi gaya dekonstruktivis sekarang ini, namun esok hari mungkin sesuatu yang lain.

Kesimpulan
bangunan adalah produksi manusia yang paling kasat mata. Namun, kebanyakan bangunan masih dirancang oleh masyarakat sendiri atau tukang-tukang batu di negara-negara berkembang, atau melalui standar produksi di negara-negara maju. Arsitek tetaplah tersisih dalam produksi bangunan. Keahlian arsitek hanya dicari dalam pembangunan tipe bangunan yang rumit, atau bangunan yang memiliki makna budaya / politis yang penting. Dan inilah yang diterima oleh masyarakat umum sebagai arsitektur. Peran arsitek, meski senantiasa berubah, tidak pernah menjadi yang utama dan tidak pernah berdiri sendiri. Selalu akan ada dialog antara masyarakat dengan sang arsitek. Dan hasilnya adalah sebuah dialog yang dapat dijuluki sebagai arsitektur, sebagai sebuah produk dan sebuah disiplin ilmu.

Pembagian Arsitektur Arsitektur Modern
Sepanjang sejarah manusia, Arsitektur hanya mengalami satu kali perubahan yang mendasar, yaitu di saat hadirnya Arsitektur Modern Sampai dengan masa Neo-klasik abad ke-19, Arsitektur dianggap sebagai pengetahuan kesenian, yaitu seni bangunan. Artinya Arsitektur dianggap sebagai suatu ‘olah rasa’ yang dibuat berdasarkan perasaan sebagai sumber idenya dan tidak ada rumusnya.
Merintis Modern, Di pertengahan abad ke-18, tahun 1750-an di Perancis, muncul orang-orang yang berambisi untuk menghasilkan Arsitektur dengan menggunakan akal dan idenya sebagai sumber idenya, bukan seni dengan perasaan.
Beberapa nama tersebut adalah :
  1. Boulle
  2. Blondel,
  3. Quatremere de Quincy
    (Tipologi misalnya, dimunculkan pertama kali pada abad ke-18 oleh Quatremere de Quincy.)
Bagi mereka ini, Arsitektur adalah olah pikir, bukan olah seni. Bagi dunia Arsitektur, apa yang dilakukan oleh orang-orang Perancis ini adalah sebuah reformasi, perubahan. tak ayal lagi, sejarah menobatkan orang-orang ini sebagai the first Modern. Dengan demikian, dapat saja dikatakan bahwa Arsitektur Modern ini sudah hadir pada abad ke-18 bukan abad ke-20. Tetapi, yang dimaksud Arsitektur modern bukan karya Arsitektur, bukan bangunan atau gedung tapi adalah ide, gagasan, pikiran atau pengetahuan dasar tentang Arsitektur. Oleh sebab itu seringkali dikatakan bahwa pikiran-pikiran dasar/pokok mengenai Arsitektur Modern telah dimunculkan di abad ke-18
Arsitektur Modern Dibagi Menjadi :

1. Art Nouveau
Art Nouveau adalah Sebuah gaya dekorasi dan arsitektur internasional yang berkembang tahun 1880 dan 1890an. Nama ini berasal dari Maison de l’Art Nouveau, galeri desain interior yang buka di Paris tahun 1896, tapi sebenarnya gerakan ini memiliki banyak nama di seluruh Eropa. Di Jerman gerakan ini disebut Jugendstil, diambil dari majalah Diejugend (pemuda) yang dipublikasikan sejak tahun 1896. Di Itali bernama “Stile Liberty” dari nama toko Liberty Style. Di Spanyol bernama “Modernista”, di Austria bernama “Sezessionstil” dan, di Prancis sendiri, istilah bahasa Inggris “Modern Style” sering juga digunakan, menekankan dari mana gerakan ini berasal.
Dalam desain, Art nouveau bercirikan bentuk ranting-ranting tumbuhan yang berlekuk-lekuk dan berlawanan dengan historicism yang menjamur di abad 19. Penekanannya dalam dekorasi dan kesatuan seni menghubungkan gerakan ini dengan gagasan simbolis kontemporer dalam seni, seperti yang terlihat pada karya seni secessionist di Vienna. Namun gerakan ini juga berasosiasi dengan gagasan arts and crafts, dan dengan itu, Art Nouveau membangun jembatan antara Morris dan Gropius.
Di Inggris, gaya ini diperagakan oleh arsitektur Rennie Mackintosh, dan karya desain Macdonald bersaudara. Pengaruh Morris yang tersisa di Inggris memperlambat kemajuan gaya baru desain ini meski Mackmurdo, Godwin, Townsend, dan bahkan Voysey semakin condong kea rah Art Nouveau. Gaya ini paling terasa dalam bentuk ilustrasi, misalnya the Yellow Book, the Studio, the Savoy, the Hobby Horse, dan melalui karya Beardsley, Gambar Ricketts dan Selwyn.
Di Prancis, meskipun ada Guimard dengan desain kaca dan metronya yang terkenal, gerakan ini paling dapat diekspresikan dalam seni terapan, terutama gelas-gelas dari Lalique (1860-1945) dan Galle (1846-1904). Di Belgia, gaya ini dingkat melalui Societe des Vingts (Les Vingt) berdiri tahun 1884, termasuk di dalamnya Ensor dan juga arsitek Art Nouveau Horta dan Van de Velde sebagai anggotanya. Di Spanyol gaya ini berpusat pada Gaudi di Barcelona. Di Vienna, arsitek seperti Wagner, Hoffman , dan Olbrich, dan seniman seperti Klimt berkumpul untuk mempromosikan gaya ini melalui majalah Secessionist Ver sacrum. Di Jerman, gerakan ini terbelah antara kebiasaan dekoratif Otto Eckman (1865-1902) dan majalah Pan, dan desain dari Behrens. Di Amerika arsitek seperti Sullivan dan Wright terpengaruh oleh gagasan-gagasan Eropa tapi menerapkan Art Nouveau dalam wujud yang berbeda, sementara desainer seperti Tiffany berpegang teguh pada gaya aslinya.
Ciri-ciri Art Nouveau
Dinamis dan mengalir, dengan garis-garis lengkung yang serasi, cukup menggambarkan gaya Art Nouveau. Tampilan lainnya adalah penggunaan hiperbola dan parabola di jendela, lengkungan, dan pintu. Tumpukan-tumpukan konvensional terlihat seakan menjadi hidup dan tumbuh menjadi bentuk-bentuk yang diambil dari tumbuhan. Seperti aliran desain lainnya, Art Nouveau mencari keharmonisan dalam bentuknya.
Art Nouveau dalam arsitektur dan desain interior membangkitkan kembali gaya dari era Victorian. Meski desainer Art Nouveau memilih dan memodernisasikan beberapa elemen abstrak dari gaya Rococo seperti tekstur api dan kerang, mereka juga mempergunakan bentuk organik sebagai sumber inspirasi, mengembangkan bentuk alami dari rumput laut, rumput dan serangga.
Wood-block Jepang, dengan garis lengkungnya, permukaan yang berpola, bagian kosong yang kontras, juga mempengaruhi Art Nouveau. Beberapa garis dan pola lengkungan menjadi kebiasaan grafis yang nantinya banyak ditemukan di karya-karya seniman di seluruh dunia.
Art Nouveau tidak menolak mesin seperti yang dilakukan Arts and Crafts, justru mesin digunakan untuk mendukung aliran ini. Untuk patung, material utama yang digunakan adalah kaca dan besi.
Art Nouveau dianggap sebagai aliran yang ‘total’, dalam arti aliran ini memiliki pengaruh dalam banyak bidang — arsitektur, desain interior, seni dekoratif termasuk diantaranya perhiasan, furniture, tekstil, peralatan makan, dan lampu, dan berbagai seni visual.
Salah satu contoh hasil karya Art Nouveau:

2. Arsitektur Brutalisme
Brutalisme adalah gaya arsitektur sebagai pembaharuan gerakan arsitek.Istilah Brutalisme sendiri berawal dari bahasa Perancis yaitu “Beton Bruth” atau “Beton Mentah”.Brutalismejuga dihubungkan dengan ideologi yang berupa khayalan sosial yang cenderung didukung oleh perancangnya.
Ciri-ciri bangunan Brutalis :
  • Bentuknya geometris dan berulang
  • Bentuknya unik
  • Menggunakan bahan material berbahan keras seperti : beton,baja,kaca,dan batu kasar
Salah satu contoh bangunan Brutalis :

3. Dekonstruksi Fungsional
Arsitektur dekonstruksi merupakan pengembangan dari arsitektur modern. Munculnya arsitektur dekonstruksi sekitar tahun 1988 dalam sebuah diskusi Academy Forum di Tate Gallery, London. Kemudian disusul oleh pameran di Museum of Art, New York dengan tema “Deconstructivist Archiecture” yang diorganisir oleh Philip Johnson dan terdapat tujuh arsitek yang menampilkan karya-karyanya, yaitu; Peter Esienman, Bernard Tschumi, Daneil Libeskind, Frank Gerhy, Zaha Hadid, Rem Koolhaas, dan Coop Himmelblau.
Gejala “Dekon” dalam arsitektur telah menjadi tema perdebatan yang hangat dengan karya-karyanya yang mendobrak aturan-aturan yang berlaku.
Pada 8 April 1988 dalam “international Symposium on Deconstruction” yang diselenggarakan oleh Academy Group di Tate Gallery, dikukuhkan bahwa dekonstruksi bukanlah gerakan yang tunggal atau koheren, meski banyak diwarnai oleh kemiripan – kemiripan formal di antara karya arsitek yang satu dengan yang lainnya. Dekonstruksi tidak memiliki ideologi ataupun tujuan formal, kecuali semangat untuk membongkar kemapaman dan kebakuan.
Aliran dekonstruksi mulanya berkembang di kalangan arsitek Perancis dan Inggris, kemudian oleh Philip Johnson dan Mark Wigley melalui sebuah pameran yang bertema “deconstructivist Architecture” yang di selenggarakan di Museum of Art, New York, tanggal 23 Juni – 30 Agustus 1988 mencetuskan ‘dekonstruktivisme’ yang lebih berkonotasi pragmatis dan formal serta berkembang di Amerika.
Telaah dan pemahaman dekonstruksi memerlukan suatu kesiapan untuk belajar menerima beberapa kemungkinan phenomena. Syarat dari semua ini berdiri di atas keterbukaan dan kesabaran. Keterbukaan membiarkan phenomena berbicara langsung tanpa prekonseosi. Kesabaran memberikan ruang kepada orang untuk mendengar lebih cermat dan seksama.
Deconstruction sebuah konsep Perancis yang diturunkan oleh Jacques Derrida ( lahir 1921) tidak mudah disampaikan sebagaimana pemahaman orang tentang konstruksi, destruksi, dan rekonstruksi. Derrida mengajak semua orang termasuk arsitek untuk merenungkan kembali hakekat sesuatu karya agar berbicara menurut pesona dan kapasitasnya masing –masing. Keseluruhan ini berangkat dari suatu metoda komposisi. Derrida menyebutkannya dalam merajut rangkaian hubungan – hubungan. Dalam tekniknya terdapat beberapa teknik dan terminologi yang perlu klarifikasi di sini. Usaha demikian diharapkan dapat memperjelas hubungan Deconstruction dan Rancang bangunan.
Konsep utama memproduksi atau mengadakan karya bertolak dari konsep yang oleh Derrida pada kasus literatur disebut differance. Dalam rancang bangun konsep ini tidak dapat dipahami sebagai suatu pendekatan yang membuka pemikiran bahwa karya bukanlah semata – mata representasi yang direduksi sebagai alat menyampaikan gagasan atau pesan. Merancang karya diharapkan memberi peluang agar kemungkinannya berbicara bisa merdeka dari prinsip dominasi. Differance memahami setiap komponen bahkan elemen dari komposisi sebagai suatu potensi yang tidak terpisahkan keberadaan, peran dan fungsinya dalam kesemestaan. Artinya mereka tidak hanya sebagai suatu alat untuk menunjuk pada sesuatu gagasan atau ingatan atau nilai tertentu. Diferance memberikan pemahaman baru bagaimana melihat elemen rancangan rancang bangun dalam sebagai batas – batas wilayah yang mengkaitkan : manusia-material-konstruksi-rupa/bentuk dan tempat. Rancang bangunan sebagai suatu keutuhan dan aspek – aspeknya adalah jejak – jejak dari suatu kesemestaan yang mampu berbicara sendiri sebagai pembangun pemahaman dunia. Seperti halnya suatu ‘text’ rancang bangunan marupakan suatu komposisi yang berosilasi di antara hadir dan absen. Dengan osilasi tersebut terjalin suatu yang terputus – putus sebagaimana pemahaman kita sebenarnya akan dunia ini.
Diskontinuitas dan putusnya linearitas menghadirkan permainan dalam setiap komposisi karena apa yang digagas dan dibangun tidaklah berdiri sendiri. Gagasan yang dituangkan dalam komponen komposisi yang sebenarnya dikutip dari rujukan di tempat lain. Bentuk/rupa material-konstruksi-lokasi. Jadi tidak pernah komponen komposisi berdiri sendiri yang lahir dan tercipta dari ruang hampa. Differance mengangkat permasalahan komposisi yang terdiri atas “ citatioans” atau kutipan – kutipan ke dalam suatu komposisi. Dengan komposisi sebenarnya orang melihat dan merasakan suatu representsi pentunjuk yang hadir dengan rujukan yang tidak hadir ( entah di mana ). Komposisi ini memberikan suatu gambaran fragmen – fragmen dari sumbernya yang “mengada” di suatu lokasi dan tampil seolah – olah utuh dan stabil sebagai sosok mandiri. Rujukan gagasan bentuk/rupa misalnya, tidak pernah lepas dari keinginan untuk melayani “kebutuhan” manusia. Atas dasar merujuk pada sumber – sumber tidak hadir itulah sebuah komposisi “meng-ada”. Dengan itu pula apa yang hadir sebenarnya memberikan “jejak” kepada sumber – sembernya. Interprestasi komposisi menurut prinsip differance tidak mungkin dilakukan tanpa membaca atau menelusuru jejak – jejak yang hadir ke sumber – sumber mereka. Hasil dari komposisi yang lahir dengan hadirnya jejak – jejak tersebut oleh Derrida disebut Dissemination.
Deconstruction sebagai upaya atau metoda kritis, tidak hanya berupaya membongkar bangun – bangun teori atau karya lewat elemen, struktur, infrastruktur maupun contextnya. Lebih dari itu, kekuatan – kekuatan yang berperan pada konsep yang bersangkutan akan: dilucuti atribut – atributnya, dikupas habis hingga telanjang bulat, dilacak asal usul dan perkembangannya, dicari kaitan – kaitannya dengan konsep – konsep lain, digelar kemungkinan – kemungkinan posisi maupun kontribusinya terhadap apa saja. Semua proses pembongkaran tersebut dimaksudkan untuk membangun kembali karakteristik phenomenalnya. Dalam pembangunan kembali tersebut, ekspose dari ‘interplay’ kekuatan – kekuatan melalui : kontradiksi – kontradiksi, kesenjangan – kesenjangan, decomposition, disjunction, discontinuity, dan deformation, merupakan cara untuk memperlihatkan kemungkinan – kemungkinan “ada” dan “mengada”. Daya tarik deconstruction bagi dunia rancang bangun terletak di dalam cara melihatnya bahwa ruang dan bentuk adalah tempat kejadian yang selayaknya terbuka bagi yang mungkin dan yang tidak mungkin.
Salah satu Contoh Bangunan Dekonstruksi :

4. Arsitektur Historicism
Historicism, dalam arti luas, berarti kembali ke gaya sejarah, misalnya seperti yang juga digunakan selama Renaissance. Namun istilah ini dipahami untuk arti pencarian yang semakin sempit dan gaya pluralisme dalam paruh kedua pada abad ke-19. Historicism dapat dilihat sebagai penutup dari arsitektur klasik. Seperti di Inggris masa akhir Gothic, gaya dominan yang tegak lurus, di depan bangunan berkisi hiasan. Irama terkendali, yang diperoleh dari aksen façade horisontal yang kuat. Ornamen yang sama diberikan pada bangunan secara berulang sampai dihiasi sepenuhnya. Dapat dilihat karakteristik historicism adalah kesatuan. Jadi, penganut aliran ini ingin tetap menampilkan komponen-komponen bangunan yang berasal dari komponen-komponen klasik tetapi ditampilkan dengan penyelesaian yang modern, misalnya bentuk klasik yang dulunya menggunakan bahan dari kayu diganti dengan bahan beton tetapi diberikan ornamen.
Catatan Historicism itu mempunyai definisi lain yang relevan dalam arsitektur post-modern, pendapat Colquohoun adalah sebagai berikut :
- Memperhatikan arsitektur masa lalu
- Membuat bentukan-bentukan yang mencerminkan sejarah, elemen-elemen yang membentuk suatu seni, pastiche, rekontruksi otentik, pendemonstrasian suatu bentuk sesuai dengan arti/tujuan yang ingin dicapai.
Jadi ciri Arsitektur Historicism :
1. Mengambil kembali gaya sejarah, namun dengan penyelesaian modern
2. Menggunakan design interior antik
3. Masih menggunakan ornamen
4. Mengambil kembali gaya Gothic (Gaya dominan yang tegak lurus : Inggris (London), German)
5. Mengambil bentukan khas dari negara masing-masing
Arsitek Tionghoa-Amerika, Ieoh Ming Pei (I. M. Pei) merupakan salah satu arsitek yang menganut aliran Historicism. Dapat dilihat dari salah satu karyanya yang cukup terkenal yaitu museum karya seni Perancis yang terkenal Umbau Des Louvre, 1988-1993.
Ciri khas arsitektur Historicism yang ada pada bangunan ini dapat dilihat bahwa bentuk dari bangunan ini mengambil bentuk bangunan pada zaman Mesir kuno yaitu Pyramid, sesuai dengan ciri khas arsitektur Historicism yaitu bangunan yang berkonsep sejarah tetapi dengan penyelesaian modern. Dapat dilihat material yang digunakan pada bangunan ini bukanlah material yang digunakan pada Pyramid yaitu batu sehingga terkesan berat dan bangunan yang tertutup, tetapi sudah digunakan kaca dan pada bangunan ini digunakan rangka baja sehingga terkesan lebih ringan. Selain itu, dapat dilihat pada bangunan ini masih menggunakan ornamen.
Salah satu contoh gambar Arsitektur Historicism :
Gbr. University Virginia

5. Arsitektur Organik
Arsitektur Organik adalah sebuah filosofi arsitektur yang mengangkat keselarasan antara tempat tinggal manusia dengan alam melalui desain yang menyalaraskan antara lokasi bangunan dan perabot.
Ciri-ciri bangunan Organik :
  • Menyelaraskan bangunan dengan alam sekitar
  • Tumbuh keluar dan unik
  • Mengikuti irama
  • Mencukupi kebutuhan sosial,fisik dan rohani
  • Membentang pada suatu organisme
Ini adalah salah satu contoh bangunan organik :

6. Arsitektur Post Modern
Postmodernisme adalah sebuah gerakan berdasarkan pandangan kritis atas gerakan modern yang dirasa tidak lagi manusiawi atau dapat menyelesaikan problem-problem dalam dunia modern itu sendiri. Dalam arsitektur menjadi sebuah gerakan baru untuk memberikan keleluasaan bagi berbagai faktor rancangan yang tidak pernah tercakup sebelumnya dalam arsitektur modern agar bisa muncul dan terakomodasi.
Postmodernisme bukanlah sebutan akan gaya arsitektur belaka, tapi lebih jauh dari itu, merupakan gerakan filsafat dan moral yang patut dicermati sebagai bagian dari kritik terhadap teori arsitektur modern yang cenderung meniadakan unsur-unsur yang manusiawi seperti simbolisme, dekorasi, dan hal-hal yang sifatnya non fungsional. Hal ini karena arsitektur modern yang kaku dan mendasarkan diri pada fungsi dirasa tidak dapat memberi solusi bagi keinginan manusiawi untuk lebih bebas berekspresi.
Salah satu contoh bangunan Arsitektur PostModern :
Gbr. Menara Api Dubai,UEA

7. Arsitektur Romantisme
Romantisisme adalah sebuah gerakan seni, sastra dan intelektual yang berasal dari Eropa Barat abad ke-18 pada masa Revolusi Industri. Gerakan ini sebagian merupakan revolusi melawan norma-norma kebangsawanan, sosial dan politik dari Periode Pencerahan dan reaksi terhadap rasionalisasi terhadap alam, dalam seni dan sastra. Gerakan ini menekankan emosi yang kuat sebagai sumber dari pengalaman estetika, memberikan tekanan baru terhadap emosi-emosi seperti rasa takut, ngeri, dan takjub yang dialami ketika seseorang menghadapi yang sublim dari alam. Gerakan ini mengangkat seni rakyat, alam dan kebiasaan, serta menganjurkan epistemologi yang didasarkan pada alam, termasuk aktivitas manusia yang dikondisikan oleh alam dalam bentuk bahasa, kebiasaan dan tradisi. Ia dipengaruhi oleh gagasan-gagasan Pencerahan dan mengagungkan medievalisme serta unsur-unsur seni dan narasi yang dianggap berasal dari periode Pertengahan. Nama “romantik” sendiri berasal dari istilah “romans” yaitu narasi heroik prosa atau puitis yang berasal dari sastra Abad Pertengahan dan Romantik.Meninjau penjelasan tentang romantisisme diatas, maka arsitektur romantisme adalah suatu konsep dalam perancangan sebuah bangunan arsitektur dengan mengedepankan nilai-nilai estetika yang dapat menjadi sebuah kesan dan mewakili sejarah.
Gambar Taj Mahal yang letaknya di negara India ini merupakan salah satu contoh bangunan arsitektur Romantisme;
Nama Bangunan : Taj Mahal
Karya : Mughal
Tahun Pembuatan : Pembangunannya menghabiskan waktu 23 tahun (1630-1653)
Gaya : Arsitektur Romantisme
Data Bangunan : Prinsip desain bangunan yang stabil alias mempunyai keseimbangan simetri, berskala normal, proporsi yang seimbang dan perdaduan yang unik serta memiliki vocal point pada kubah bagian tengah.

8. Arsitektur Rasionalisme
Dalam dunia arsitektur terdapat banyak sekali jenis konsep yang bisa diterapkan dalam sebuah karya arsitektur, salah satunya adalah konsep rasionalisme, yang mulai dikenal pada awal arsitektur modern, yang bermula pada awal abad 16 hingga abad 19. Ada beberapa teori rasionalisme yang dikemukakan, namun dari beberapa teori rasionalisme yang telah dikemukakan semuanya mengacu pada satu maksud yaitu fungsi bangunan. Oleh sebab itu rasionalisme sering disebut juga dengan funsionalisme. Rasionalime dalam karya arsitektur itu sendiri adalah menerapkan konsep rasionalisme ke dalam sebuah bangunan arsitektur secara benar baik dari segi funsional, faktor kenyamanan, maupun estetika. Untuk bangunan publik penerapan konsep rasionalisme dapat ditinjau dari segi arsitektur berdasarkan morfologinya, yaitu: – Spasial : berhubungan dengan ruang. – Stilistiks : berhubungan dengan fasade bangunan. – Struktural : berhubungan dengan struktur yang digunakan oleh bangunan. dibawah ini adalah salah satu dari kesekian banyak contoh gambar banguan Arsitektur Rasionalisme, gambar bangunan Hotel Consolacion;

9. Arsitektur Visionary
Arsitektur Visionary merupakan salah satu nama yang diberikan untuk arsitektur yang ada hanya di atas kertas atau yang memiliki kualitas visioner. Etienne-Louis Boullée, Claude Nicolas Ledoux dan Jean-Jacques Lequeu adalah salah satu contoh awal dari disiplin. Tapi karya Giovanni Battista Piranesi, Antonio Sant’Elia dan Buckminster Fuller juga disertakan. Arsitektur Visionary yang terkonsentrasi pada awal abad ke-20, diwarnai oleh arsitek-arsitek pengguna teknologi ekstrim dan terkadang di luar kebiasaan tradisi saat itu atau boleh dikatakan mendewakan konteks hi-tech. Diantara mereka adalah Norman Foster dan Richard Rogers.
Arsitektur Visionary model bangunannya beragam, biasanya tidak bisa terbangun sama sekali namun kadang juga bangunannya mungkin hampir bisa dibangun. Selain konsep teknologi yang terlalu maju dalam pandangan surreal, Era digital dan kebangkitan cyberspace juga memengaruhi proses berpikir atau gagasan. Meski tidak bisa dibangun tetapi imajinasinya selalu menantang dan menjadi terobosan pemikiran.
Jadi ciri Arsitektur Visionary :
1. Memiliki bentukan yang ekstrim
2. Tidak terikat oleh aturan-aturan lama (tradisional)
3. Hi-Tech (menggunakan teknologi yang sangat canggih)
4. Konsep bangunan dengan imajinasi yang menantang (pendobrak)
5. Pola pikirnya adalah optimis dalam berkarya
Salah satu karya dari Norman Foster adalah Hearst Tower di Manhattan, New York, Amerika Serikat. Ciri khas visionary dari bangunan ini dapat dilihat dari bentuknya. Dapat dilihat bahwa bentuk menara ini tidak biasa, berbeda dengan bentuk bangunan pada umumnya, karena berbentuk seperti segitiga yang ditumpuk-tumpuk.
Dapat dilihat bahwa arsitek menara ini, dalam membangun menara ini mempunyai konsep imajinasi yang berkaitan dengan teknologi sesuai dengan konsep arsitektur visionary. Menurut Foster + Partners, arsitektur yang membangun menara ini, menara ini dibangun menggunakan 85 persen daur ulang baja dan dirancang untuk mengkonsumsi 26 persen lebih sedikit energi daripada tetangga konvensional. Karena material yang digunakan kebanyakan adalah baja dan kaca, sehingga lebih menunjukkan menara ini lebih berkonsep teknologi maju. Gambar ini merupakan salah satu contoh Arsitektur Visionary;


Sumber

Sinfonia Varsovia Concert Hall by Atelier Thomas Pucher

banyak cara menempatkan bangunan baru pada lingkungan dimana ada bangunan tua di dalamnya. yang terutama adalah bangunan baru tersebut tidak "merusak" citra kawasan yang sudah ada (tentunya citra kawasan yang baik). Berikut ini ada contoh desain concert hall yang cukup bagus yang bisa dijadikan refernsi.

Via DesignBoom


sinfonia varsovia concert hall by atelier thomas pucher
all images courtesy atelier thomas pucher



atelier thomas pucher has won the international competition for the new seat of the world renowned
sinfonia varsovia orchestra in warsaw. the 20.000m² cultural centre is housed on the site of a former
veterinary institute with existing vacant buildings and a park. the centre inhabits a 1.800 seat symphonic
hall with world class acoustic properties, large rehearsal areas, merchandise facilities, musical workshops
and a small hotel for artists in residence and music lovers.

the project gives a precise answer on the demands of the orchestra as well as the given site with its historical
buildings. by enveloping the whole site with a floating wall it indicates the park as its new centre and creates
a distinctive place of silence – the basic principle for an orchestra to perform – full of atmosphere and drama.
the park becomes an open public place and the wall becomes the building to serve it.

the floating wall inhabits the symphonic hall and all rehearsal areas. it floats above the foyer – thus a seamless
extension of the park into the building - and holds several hidden rooms and staircases, a narrow surveillance path
at its top, all technical infrastructures and a span of 140m without any column. the concert hall is a fusion of shoebox
hall and arena. while the traditional shoe box hall is known for its excellent acoustics but much too often offers poor
visibility conditions, the arena has its advantages in the visibility but is hardly applicable when it comes to its acoustic
conditions.

the hall for the sinfonia varsovia combines the advantages of both by choosing the main shape of a rectangular
room with ideal acoustic dimensions and inserting seemingly free formed bands of balconies with perfect angles
for visitors into this volume. the three dimensional flow of the balconies and the specific relation to the rectangular
volume allow the acoustic properties to be developed on a world class level.

compared to the second popular type – the vineyard - the hall provides the benefit of compactness, short distances
and a volume that is also suited for smaller symphony orchestras and chamber orchestras. for the audience that
means that each listener is situated as near to the orchestra as possible thus creating an immense impression of being
'in midst the music'.

the new sinfonia varsovia centre has a budget of approx. 110 million euro and is expected to be completed in 2016.



the concert hall



the concert hall



exterior at night



the park surrounding the concert hall















project info:
architect: atelier thomas pucher, graz, austria
acoustical engineering: BBM muller, munich, germany
structural engineering: peter mandl, graz, austria
mechanical engineering: KCE wels, austria
green building certification: gobli bauengineering, graz, austria
client: the sinfonia varsovia orchestra in warsaw
area: 20,000 m² net floor area
construction sum: 110 million euro
competition: 2010, 1st prize in open international competition
completion: 2016

iPod nano watch project (jam Tangan Ipod nano) by scott wilson's kickstarter

Via DesignBoom



'lunatik' (red)
all images courtesy of minimal



designer scott wilson, founder of the multidisciplinary chicago-based studio minimal,
recently decided to present his latest idea of multi-touch watch kits for the iPod nano to the rest of the world
via the online funding platform kickstarter.com. the idea of choosing kickstarter came when wilson
started hearing about community-based platforms for funding creative ventures. instead of going
the traditional route of securing a financial backer in advance, he put the kits online to gain support
and raise funds in order to get the wristbands into production.

the project first went live on kickstarter in mid-november with the original pledge goal of 15K USD.
since then it has far surpassed expectations, raising more than 780K+ USD to date,
and now has more than 11,100 backers. with less than three days left, wilson's watch kits will be funded on
thursday, december 16th at 11:02PM EST. after the close of the kickstarter project,
people should go to lunatik.com to purchase the product and get info going forward.
the two wristband versions, 'tiktok' and 'lunatik' are perhaps the most thought out iteration of turning
the tiny device into a multi-touch watch. the desire was to create a collection that was well designed,
engineered and manufactured from premium materials, complemented by the quality of apple products.



exploded view of 'lunatik' assembly


'lunatik' is designed and intended to be a premium conversion kit. it is made from aerospace grade aluminium
and CNC-machined into its final form. the straps are of a high grade silicone rubber, with solid stainless steel hardware.



'lunatik' (profile view)



view of the 'lunatik' worn as a watch



'lunatik' prototype



'tiktok'


'tiktok' is a simple snap-in design which allows users to easily and securely snap the nano into the wrist clock.
it cleanly integrates the nano into a sleek surfaced multi-functional timepiece.



'tiktok' + 'lunatik' (3 / 4 view)



'tiktok' + 'lunatik' (profile views)


'the response we have gotten from people pledging to this project has been a truly empowering discovery.
we are blown away by the support. there are other options out there but kickstarter is by far the easiest
and most well-architected experience at the moment. this type of funding platform is a game-changer
and just the beginning in shafting more power back to the individual creative entrepreneur.
' - scott wilson / MINIMAL


concept sketches



concept sketches