Friday, December 3, 2010

SIM Indonesia BISA MENJADI SIM Internasional

4 Alasan kenapa SIM indonesia bisa jadi SIM internasional

1.Kondisi jalan di kota-kota di Indonesia sangat parah.Banyak jalan yang berlubang dan rusak,sehingga dibutuhkan skill berkendara yang tinggi untuk meliuk2 melewati lubang-lubang di jalan


bandingkan dengan jalan di luar negeri....mulus bin lempeng,gak ada tantangannya


2.Di Indonesia,terutama di Jakarta.Kita akan sering berhadapan dengan "Raja Jalan" alias metromini dan sodara kandungnya (baca:kopaja) yang suka berhenti sembarangan,belok tanpa sein,ngerem mendadak,ngebut tiba2,balapan di jalan rame seakan2 nkongnya dulu ikut nyumbang tanah bakal bikin itu jalan .Dibutuhkan konsentrasi dan feeling yang tajam guna selamat dari bahaya bis-bis ini


di luar negeri,bis berhenti di halte,dan orang yang mau naik bis,naiknya di halte,jadi gak membahayakan pengendara mobil


3.Macet....makanan sehari2 para pengendara di Indonesia,dibutuhkan kesabaran dan mental baja untuk bisa survive dari cobaan maha dahsyat yang menimpa di setiap pagi dan sore


coba liat di luar negeri,jalannya sepi...sampe bisa buka pasar =))


4.Kontribusi atas kemacetan dan kecelakaan lalin sebagian besar berasal dari para pejalan kaki yang hobinya nyebrang seenaknya.Perlu refleks kelas tinggi untuk menghindari tabrakan dengan para penyebrang gila ini



bandingkan dgn pedestrian luar negeri



Bahkan oarang singapur yang berkunjung ke Medan bilang kaya gini
"Indonesian is a superb driver in the whole world!! even Californian should learn from Indonesian how to grip and drag like that!"
artinya : orang indonesia merupakan pengendara yang luar biasa di seluruh indonesia. bahkan orang california (yang merupakan negara banyak pembalap) harus belajar dari orang indonesia bagaimana menikung dan tancap gas....
 Pantas kalau Komeng menang lawan Lorenzo

The Most Awesome Slow Motion Video

Amazing Biliard In Slow Motion



Water Drop Slow Motion



A Beauty By Nature in Slow Motion



A Water Baloon



Pop Corn Ultra Pop Slow Motion



Lightbulb Explosion in Slow Motion

Isarel Kebakaran, 42 mati

Metrotvnews.com, Alilee: Sebanyak 42
orang tewas dalam kebakaran yang
melanda 650 hektar hutan Carmel di
Galilee, Israel, Kamis (2/12). Lebih dari 12
ribu warga sekitar lokasi kebakaran telah
diungsikan.
Perdana Menteri Israel Benjamin
Netanyahu menyatakan jika Israel telah
mengalami bencana hebat yang belum
pernah dilihat sebelumnya.
Angin yang berhembus kencang membuat
kobaran api semakin cepat menyebar.
Puluhan mobil pemadam kebakaran dan
meriam air milik AU Israel dikerahkan ke
bukit Carmel.
Korban tewas akibat kebakaran berasal
dari petugas keamanan yang berusaha
mengevakuasi tahanan yang ada di
penjara Damun, yang memang berada di
sekitar lokasi kebakaran.
Petugas keamanan yang tewas sebanyak
36 orang. Sebagian tewas terpanggang
dalam bus yang ditumpangi, dan sebagian
lagi tewas saat mencoba menyelamatkan
diri. Bahkan beberapa orang diantaranya
belum ditemukan.
Meski belum diketahui penyebab pasti
kebakaran, dugaan sementara mengacu
pada pembakaran sampah yang secara
tak sengaja dilakukan di area tersebut.
(Reuters/ICH)

Thursday, December 2, 2010

Bayi Kuda Nil di Adopsi Kura-Kura (Unik)

Prihatin sekali melihat keadaan masyarakat yang hidup di jaman ini. terutama muda-mudinya. banyak dari kita yang mengkotak-kotakan diri dan susah atau tidak mau bersosialisasi (dalam kehidupan sebenarnya tidak melalui dunia maya). Berita di televisi selalu menayangkan tentang hal2 buruk yang setiap harinya terjadi. mulai dari demonstrasi yang bersifat anarkis, tawuran pelajar, rusuh suporter sepak bola, rusuh antar etnis, bahkan yang paling mengerikan pembunuhan. Tampak dimana nyawa tidak ada harganya. Tidak heran bencana bertubi-tubi menimpa negeri ini. Bukan saatnya saling menyalahkan. tapi sudah saatnya kita merubah diri dan hijraj menjadi manusia yang lebih baik. berikut ini ada sebuah fenomena yang menurut saya aneh, tapi bisa dijadikan motivasi untuk kita agar bisa perduli dan membantu sesama. cekidot!

Bayi kuda nil yang selamat dari gelombang tsunami di pantai Kenya telah membentuk ikatan yang kuat dengan seekor kura-kura raksasa bernama Mzee berusia seabad, di fasilitas hewan di kota pelabuhan Mombassa, kata para pejabat setempat.

Kuda nil, dijuluki Owen dan berat sekitar 300 kilogram (650 pon), tersapu ke Sungai Sabaki ke Samudera Hindia, kemudian terpaksa kembali ke pantai ketika gelombang tsunami menghantam pantai Kenya pada tanggal 26 Desember sebelum penjaga satwa menyelamatkannya. "Ini luar biasa. kurang dari satu tahun kura-kura telah mengadopsi kuda nil, kura-kura itu berusia sekitar satu abad, dan kura-kura itu sangat bahagia dengan menjadi seorang 'ibu'," kata Paula ekologiwan Kahumbu, yang bertanggung jawab atas Lafarge Park, kepada AFP.

"Setelah disapu tsunami dan kehilangan induknya, kuda nil itu trauma. Hal itu membuatnya mencari sosok untuk menjadi seorang ibu. Untungnya kuda nil itu menemukan kura-kura dan membentuk ikatan batin yang kuat. Mereka berenang, makan dan tidur bersama," kata ekologi menambahkan. "Kuda nil mengikuti persis kura-kura layaknya mengikuti induknya. Jika seseorang mendekati kura-kura, kuda nil menjadi agresif, seolah-olah melindungi ibu biologisnya," tambah Kahumbu.

"Owen si kuda nil adalah seorang bayi, ia ditinggalkan di usia yang sangat muda dan baru beradaptasi dengan alam, kuda nil adalah makhluk sosial yang suka tinggal bersama ibu mereka selama empat tahun," jelasnya.









Hewan saja bisa saling menyayangi, Manusia pasti bisa lebih mengasihi

Rojkind Arquitectos : National Archive Museum - palacio de lecumberri

MERANCANG BANGUNAN BARU dengan EKSISTING BANGUNAN BERSEJARAH
tugas mata kuliah Pelestarian Arsitektur

Jika kita bicara mengenai pelestarian arsitektur di Indonesia, selalu terkendala dengan yang namanya "cost" dan paradigma pola pikir kita yang menganggap barang lama sudah "out date" dan masyarakat lebih menyukai hal-hal yang berbau "brand new". So, banyak gedung-gedung lama bersejarah tidak terawat (kalaupun terawat dijadikan wisata mistis) bahkan di demolisi untuk diganti yang baru. mungkin banyak juga yang tetap dipakai dan dirubah fungsinya menjadi FO (factory Outlet), namun banyak elemen bangunannya yang dirubah secara ekstrim sehingga aspek sejarahnya hilang.
Pelestarian arsitektur di Indonesia tidak akan berjalan dengan baik jika pemerintah masih saja tidak tegas terhadap bangunan-bangunan bersejarah yang ada di daerah konservasi. namun pemerintah juga harus memberi kompensasi yang sepadan untuk pemilik bangunan. kalau tidak, tetap saja bangunan lama tersebut akan berubah. karena kebanyakan pemilik bangunan berpikir " buat apa bangunan lama dipertahankan? lebih baik dihancurkan dijadikan FO atau Mall bisa dapat untung lebih banyak". Padahal kalau kita mau, bangunan-bangunan tua yang ada di Indonesia ini bisa meningkatkan potensi wisata yang ada. seperti di Prague (Chezch Republic), Luang Prabang (Laos) yang oleh UNESCO dijadikan heritage city dunia karena kondisi bangunan tuanya yang masih terawat dengan baik, Venesia (Italy) dan sebagainya.
 Intinya kalau negeri ini memang ingin melestarikan bangunan tuanya, yang harus diatur dengan baik adalah POLA PIKIR masyarakat, regulasi, lalu UANG. sebagai penutup, berikut ini ada contoh bentuk pelestarian arsitektur di Mexico dengan menambahkan bangunan baru pada bangunan lama. cekidot!

'lecumberri national archive museum' by rojkind arquitectos in mexico city
all images courtesy rojkind arquitectos
 mexico-based practice rojkind arquitectos has sent us their design proposal for the country's
national archive museum which is housed in the palacio de lecumberri, a former prison in
mexico city. since its inception in 1882, the prison has gone through a number of expansion
and transformation, resulting in a structure similar to an old canvas that has been painted
over and over again. the proposal aims to restore the building in a manner that is largely
true to the idea of its vanguard prison origin, while still bringing in new elements that would
provide for the new cultural and research facility. 

view from green terrace
the design proposes to restore some of the original dimensions of the building and bring back
a 19th century prison layout concept that lorenzo de la hidalga originally proposed in 1882:
the panopticon. the concept refers to a radial layout of the cells which allows the observer to
look out at the prisoners without the latter being able to tell whether they are being watched or not.
usually consisting of a central tower or control station, the design utilizes this advantageous
point to provide the visitors with a clear outline site of the history of mexican society,
keeping the most evocative spaces free from distractions.

view of central space
the heart of the museum acts as the collective hub for the circulation of the project.
featuring ramps and connections to the rest of the building, it remains open to the exterior,
acting as an exposed atrium space with sightlines to different levels and activities throughout.
the programs and facilities of the museum are housed in the residual spaces, leaving the
star-shaped concourse for circulation purposes while allowing for a clear reading of the original building.

central space

view of museum

museum courtyard

view of physical and digital reference hall

view of document research hall
bird's eye at night

rendered top view

conceptual board
illustrating the evolution of the building

project phasing

building program: ground floor

building program: basement level

ground floor plan

basement floor plan

(left) ground floor plan of entrance
(center) basement floor plan level -2.80
(right) basement floor plan level -7.80

(1) reference and digital consultation hall
(2) children's archives, center for history education
(3) cafeteria
(4) b0ook store
(5) restrooms
(6) mixed spaces
(7) auditorium
(8) library
(9) connections


document exhibit area

long building section

museum component section

physical model
 project info:

design principal: michel rojkind halpert
printipal: gerardo salinas van orman
project team: alonso de la fuente obregón, rafael cedillo sánchez,
daniela bustamante quiroz, yasser r. salomón espinoza,
alejandro argumedo reyes, carlos a. ríos limón, tere levy chomer,
andrea león cruz, monique rojkind halpert, filiberta cervantes sanluis
architectural historian consultant: rafael ricardo fierro gossman
museography consultant: patrick gallagher
urban planner: arturo ortíz struck
design computational consultants: (kokkugia) roland snooks,
robert stuart smith, faysal tabbara tyson hosmer
structural engineer: (studio NYL) chris o'hara, julian lineham
physical model: a. hazael ortiz ramos, crystaline l.a.
industrial design: (agent) alberto villareal bello, víctor lópez alemán,
isaac smeke jaber, enrique fernández de la barrera
graphic design: fhilipp navarro garcía, ernesto moncada


Dari preview di atas diketahui bahwa museum ini akan dibangun di tapak dimana terdapat bangunan eksisting bangunan cagar budaya yang memiliki nilai konservasi 1. Bangunan baru (museum)  yang dihadirkan dalam satu kompleks dengan bangunan eksisting adalah bangunan sisipan atau yang disebut sebagai insertion.  Hal- hal yang perlu diperhatikan adalah bangunan baru harus memperkuat dan meningkatkan karakter lingkungan dan memelihara pola-pola visual setempat.
 Jika kita mengacu pada Norman Tyler dalam bukunya Historic Preservation, Museum Arsip Nasional ini menggunakan pendekatan perancangan compatible contras . Bangunan insertion-nya berada di dalam bangunan lama yang merupakan bangunan kosevasi dimana fasad harus diperlihatkan agar terlihat sisi sejarahnya. Pada perancangan ini gubahan masa disesuaikan dengan bangunan lama, namun komposisi hubungannya dibuat kontras.
Elemen yang dipertahankan material dan bentuk bangunan penjara serta konsep rotunda. Sedangkan relasi antara bangunan lama-baru adalah bentuk dan pola radial. Tinggi bangunan menyesuaikan dengan tinggi bangunan rata-rata. Untuk sempadan bangunan,  degradasi bangunannya sama dengan bangunan eksisting disekitarnya. Bentuk figure ground tidak jauh berbeda dengan bangunan eksisting lama.
Untuk tampilan bangunannya, museum ini menggunakan material yang berbeda dari bangunan eksisting dan bangunan sekitar hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan fungsi yang berbeda dari sebelumnya dimana dulunya berfungsi sebagai penjara, dan sekarang menjadi museum dan pusat penelitian, serta merepresentasikan arsitektur kekinian. Terutama pada bagian ruang utama/pusat. Sedangkan pada bagian physical and digital reference hall dan document research hall beberapa material lama tetap dipertahankan karena bangunan lama tidak dihancurkan.
Dari pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa, ada banyak cara untuk merancang bangunan baru di kawasan konservasi. Dengan menambah bangunan baru bukan berarti kita harus merancang bangunan yang sama persis untuk bisa dikatakan kontekstual terhadap lingkungan. Kita tetap bisa merancang bangunan yang memiliki sifat kekinian namun masih kontekstual dengan lingkungan.
Dengan menambahkan bangunan baru y dan tidak menghancurkan bangunan lama akan menambah  kekayaan langgam arsitektur di lingkungan tersebut. Hal tersebut juga mennunjukkan bahwa bangunan baru bisa selaras dengan bangunan lama. Selain itu dengan adanya bangunan baru dan fungsi baru pula akan meningkatkan fungsi dari bangunan lama yang ada. Jika sebelumnya bangunan lama tersebut hanya sebagai monumen belaka, dengan adanya bangunan baru dan fungsi baru didalamnya bangunan lama tersebut kembali memiliki aktifitas.